skip to main |
skip to sidebar
Peri kecil itu terjatuh
Di sudut gelap
Tanpa malaikat pelindung disisinya
Sayap patahnya seolah berkata :
“Aku tak mampu membawamu kembali terbang”
. . .
Hanya ada jawaban air mata
Peri kecil itu hanya bisa terdiam
Dengan luka dan sayap patahnya
Peri kecil itu hanya bisa bersedih
Melihat yang lain bisa terbang tinggi
Peri kecil itu berbeda
Tanpa sayap indahnya
Terlihat tak berwarna
Tampak sebuah dinding menjadi sandarannya;
Dinding pembatas antara dia yang sendiri dan mereka yang terbang dan bernyanyi
Sekali lagi..
Peri kecil itu berbeda
Bukan hanya sayap
Bukan hanya luka
Tapi juga hati kecil itu
Siapa yang mengetahui?
Mungkin..
Tak satu insan pun
Andai sayap itu tak patah….
Awalnya semu
Tapi kini terlihat jelas
Peri kecil itu terbang tinggi
Menari & bernyanyi
Tawanya begitu indah
Membuat seisi dunia ikut bahagia
Bukankah sayap itu telah patah?
. . .
Memudar
Hilang
Ah!
Harapan dalam ilusi semata
Untitle
Untitle Part I
Peri kecil itu terjatuh
Di sudut gelap
Tanpa malaikat pelindung disisinya
Sayap patahnya seolah berkata :
“Aku tak mampu membawamu kembali terbang”
. . .
Hanya ada jawaban air mata
-Wie-
Untutle Part II
Peri kecil itu hanya bisa terdiam
Dengan luka dan sayap patahnya
Peri kecil itu hanya bisa bersedih
Melihat yang lain bisa terbang tinggi
-Wie-
Untitle Part III
Tanpa sayap indahnya
Terlihat tak berwarna
Tampak sebuah dinding menjadi sandarannya;
Dinding pembatas antara dia yang sendiri dan mereka yang terbang dan bernyanyi
-Wie-
Untitle Part IV
Sekali lagi..
Peri kecil itu berbeda
Bukan hanya sayap
Bukan hanya luka
Tapi juga hati kecil itu
Siapa yang mengetahui?
Mungkin..
Tak satu insan pun
-Wie-
Untutle Part V
-Wie-
Untitle Part VI
Tapi kini terlihat jelas
Peri kecil itu terbang tinggi
Menari & bernyanyi
Tawanya begitu indah
Membuat seisi dunia ikut bahagia
Bukankah sayap itu telah patah?
. . .
Memudar
Hilang
Ah!
Harapan dalam ilusi semata
-Wie-
Langganan:
Postingan (Atom)
The Agenda of Wie. Diberdayakan oleh Blogger.
My Profil
- Sity Dwi Purnama Sari
- Hanya insan sederhana yang nggak sempurna, sesederhana kata "aku"...