Untitle


Untitle Part I


Peri kecil itu terjatuh
Di sudut gelap
Tanpa malaikat pelindung disisinya

Sayap patahnya seolah berkata :
“Aku tak mampu membawamu kembali terbang”


. . .

Hanya ada jawaban air mata

-Wie-





Untutle Part II


Peri kecil itu hanya bisa terdiam
Dengan luka dan sayap patahnya

Peri kecil itu hanya bisa bersedih
Melihat yang lain bisa terbang tinggi


-Wie-





Untitle Part III


Peri kecil itu berbeda
Tanpa sayap indahnya
Terlihat tak berwarna

Tampak sebuah dinding menjadi sandarannya;
Dinding pembatas antara dia yang sendiri dan mereka yang terbang dan bernyanyi


-Wie-





Untitle Part IV


Sekali lagi..
Peri kecil itu berbeda
Bukan hanya sayap
Bukan hanya luka
Tapi juga hati kecil itu

Siapa yang mengetahui?
Mungkin..
Tak satu insan pun


-Wie-





Untutle Part V


Andai sayap itu tak patah….








-Wie-






Untitle Part VI

Awalnya semu

Tapi kini terlihat jelas

Peri kecil itu terbang tinggi
Menari & bernyanyi

Tawanya begitu indah
Membuat seisi dunia ikut bahagia

Bukankah sayap itu telah patah?

. . .

Memudar

Hilang

Ah!
Harapan dalam ilusi semata


-Wie-






Share
The Agenda of Wie. Diberdayakan oleh Blogger.